|
Sajak Syurya Ningsih Keakuan dan kekamuan negeri
Dulu, kala air mata-mata mengurai Tangan-tangan halus menyeka… Dulu, kala gundah menghantui negeri, Jiwa-jiwa suci menjelma… Dulu, kala kehampaan selimuti negeri, Sosok-sosok pemenang menyapa…
Namun, Kala kepedulian memudar Kala kebersamaan terabaikan Kala aku aku kamu kamu
Yang menangis menjadi-menjadi Ya ng takut mengalut Yang sombong membusung Yang menengadah hanya, Cuma berharap
Sajak Andre Febra Rilma Aku Aku adalah aku dan aku Apakah aku tahu siapa aku Bagaimana aku, seperti apa aku
Hanya aku, aku dan aku Dimana aku, kemana aku?
Tak tahu aku siapa langkah aku Kenapa aku bisa seperti aku?
Adakah aku? Nyatakah aku? Aku melihat aku yang membisu Mengapa mereka tangisi aku?
Aku, jawab tanya aku! Mahasiswa Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah/08 Sajak Rahmad Putra Di Kursi Terminal seorang anak kecil bemata sayu pucat hampir bolong bersandar terlongong perut kosong penuh koreng menahan lapar yang teramat sangat di kursi terminal
seorang nyonya dengan gincu merah dibibirnya perhiasan emas di seluruh jari tangannya menahan nafas akan bau keringat orang2 yang berdesakan di sudut kursi terminal
pengemis tua bersandarkelelahan di kursi terminal menunggu seseorang memberinya recehan meski lelaki berseragam itu memaki, menendang, mengusirnya pergi
si anak berucap "oh, betapa laparnya perutku." si nyonya berkata "oh, betapa baunya tempat ini."
dan si pengemis tua menangis "oh, betapa malangnya menjadi orang kecil." dan kursi terminal cuma membisu tak sedikitpun peduli Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris BP 2007 Sajak Dedi Supendra Kapal yang Mengapung Tampa Nelayan Kapal mengapung tanpa bising penumpang, berkawan riak yang menggoda tubuhnya lapuk dimakan dingin air yang menggigit kapal tlah lama tak bertuan karena nelayan tak lagi punya lahan
ikan-ikan tlah lama hilang, bersembunyi di balik batuan terdalam atau mati
kapal hanya tinggal kenangan... ditemani sepi,,, lalu karam...
wahai laut... ceritakan padaku tentang ikan, udang dan batu karang biar hilang derita nelayan yang pulang dengan wajah suram wahai laut... tuturkanlah tentang kapal yang mengapung tanpa nelayan Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan BP 2008
|