Sajak 155
Sajak Syurya  Ningsih

Keakuan dan kekamuan negeri




Dulu, kala air mata-mata mengurai
    Tangan-tangan halus menyeka…
Dulu, kala gundah menghantui negeri,
    Jiwa-jiwa suci menjelma…
Dulu, kala kehampaan selimuti negeri,
    Sosok-sosok pemenang menyapa…

Namun,
Kala kepedulian memudar
Kala kebersamaan terabaikan
Kala aku aku kamu kamu

Yang menangis menjadi-menjadi
Ya ng takut mengalut
Yang sombong membusung
Yang menengadah hanya, Cuma berharap


 
Mahasiswa Kimia BP 2009
 





 

Sajak Andre Febra Rilma

Aku

 Aku adalah aku dan aku
    Apakah aku tahu siapa aku
        Bagaimana aku, seperti apa aku

Hanya aku, aku dan aku    
    Dimana aku, kemana aku?

    Tak tahu aku siapa langkah aku
        Kenapa aku bisa seperti aku?

Adakah aku? Nyatakah aku?
    Aku melihat aku yang membisu
        Mengapa mereka tangisi aku?

    Aku, jawab tanya aku!

 

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah/08

 

Sajak Rahmad Putra

Di Kursi Terminal

seorang anak kecil
bemata sayu pucat hampir bolong
bersandar terlongong
perut kosong penuh koreng
menahan lapar yang teramat sangat
di kursi terminal

seorang nyonya
dengan gincu merah dibibirnya
perhiasan emas di seluruh jari tangannya
menahan nafas
akan bau keringat
orang2 yang berdesakan
di sudut kursi terminal

pengemis tua
bersandarkelelahan
di kursi terminal
menunggu seseorang memberinya
recehan
meski lelaki berseragam itu
memaki, menendang, mengusirnya pergi

si anak berucap
"oh, betapa laparnya perutku."
si nyonya berkata
"oh, betapa baunya tempat ini."

dan si pengemis tua menangis
"oh, betapa malangnya menjadi orang kecil."
dan kursi terminal cuma membisu
tak sedikitpun peduli

 

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris BP 2007
 
Sajak Dedi Supendra

Kapal yang Mengapung Tampa Nelayan

Kapal mengapung tanpa bising penumpang, berkawan riak yang menggoda
tubuhnya lapuk dimakan dingin air yang menggigit
kapal tlah lama tak bertuan
karena nelayan tak lagi punya lahan

ikan-ikan tlah lama hilang, bersembunyi di balik batuan terdalam atau mati

kapal hanya tinggal kenangan...
ditemani sepi,,, lalu karam...

wahai laut...
ceritakan padaku tentang ikan, udang dan batu karang
biar hilang derita nelayan yang pulang dengan wajah suram
wahai laut...
tuturkanlah tentang kapal yang mengapung tanpa nelayan

 Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan BP 2008


 

 


 

 

 
< Prev   Next >

Seputar Kampus

Jangan Berhenti Dipenonaktifan
Sejak Juni lalu, Komunitas Seni Pertunju...

Profesor UNP pun Siap Mengajar di SMA
Tahun ajaran baru ini SMA Pembangunan ak...

Tergagap di Program Mahasiswa Berprestasi
Program mahasiswa b...

Seret Musala Jadi Sekretariat
Musala yang terleta...

Timah Panas Melesat di UNP
Peristiwa peluru ny...

UNP Terbaik dalam Pembelajaran Aktif Nasional
UNP patut berbangga...

Membentengi PL dengan Berlatih
Mata kuliah Praktik...

Bersama Membangun Pendidikan yang Cerdas


Praktis...

Statistik

Counter Powered by  RedCounter











Powered by  MyPagerank.Net




















Berita Terkini