|
Perubahan proses administrasi dari manual ke digital berbasis internet yang telah dilaksanakan UNP selama dua tahun masih terkendala. Apalagi setelah musim entry nilai, mahasiswa mengeluh mengenai portal yang sulit dibuka.
Akibatnya, mahasiswa berani membuat grup di salah satu jejarig sosial yaitu facebook untuk membahas kendala-kendala dari sistem digital ini. Keluhan mereka mengenai portal akademik dan Unit Pelaksana Teknis Pusat Komputerisasi (UPT Puskom) selaku pengatur sistem tersebut juga disampaikan disini. Salah satu keluhan dari mereka menyebutkan bahwa terganggunya portal akademik akibat adanya warnet yang di kelola Puskom dibelakang BAAK. Namun, kebanyakan mahasiswa malah menyambut baik dibukanya warnet tersebut di lingkungan kampus. Cizka Natalia, mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris BP 2007 mengatakan Ia merasa terbantu dengan adanya warnet ini. Saat perbaikan KRS, warnet tersebut memberikan layanan akses portal akademik dan cetak KRS gratis. “Jaringannya cepat dan sangat membantu selain itu juga tersedia teknisi yang siap sedia untuk menolong” ungkapnya, Rabu (3/3). Mengenai portal akademik, Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara BP 2008, Lizawati Fitri mengeluhkan portal yang susah dibuka. Ia mengatakan butuh waktu yang lama hanya untuk melihat nilai dan mengambil KRS. “Tak cukup satu hari untuk mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) dan melihat Lembar Hasil Studi (LHS)” ujarnya pada Ganto, Selasa (23/2). Bagi mahasiswa yang mengakses portal didaerah, malah lebih sulit di buka. Alifa Monica Jency mahasiswa PG-PAUD BP 2008 menambahkan jika membuka portal di luar jaringan UNP, sangat sulit dibuka. Apalagi akses portal akademik hanya bisa dilakukan setelah jam enam sore. “Itu membuat saya kewalahan karena untuk ke warnet saja saya harus menempuh jarak yang jauh, apalagi pada malam hari” Ujarnya, Selasa(2/3). Kepala UPT Puskom, Drs. Yushamdi menjelaskan portal akademik memang sulit dibuka pada 10-12/2 kemarin. Setelah entry nilai baru saja berakhir, mahasiswa langsung mengakses portal akademik. Saat itu, terjadi penumpukan arus sehingga membuat jalur portal sibuk dan sulit diakses. Drs. Yushamdi juga mengklarifikasi mengenai keberadan warnet yang terletak di belakang BAAK. Menurutnya warnet ini dibentuk untuk memudahkan mahasiswa agar mareka tak lagi harus keluar kampus untuk bisa mengakses layanan internet. Karena fasilitas komputer untuk warnet ini merupakan milik Puskom, maka ketika ada jadwal pelayanan akademik, warnet ini harus ditutup. “Dari pada alat-alat tersebut rusak karena tak terpakai, lebih baik dimanfaatkan untuk pelayanan mahasiswa”. ungkapnya. Ia juga menambahkan, “Jaringan internet untuk warnet ini berbeda dengan yang dipakai UNP, dan keuntungan dari warnet ini nantinya akan dimasukkan untuk pemasukan UNP. Sedangkan pengelolaannya kami serahkan pada mahasiswa yang mengerti dengan informatika”.tutupnya, Selasa (2/2). Ilmi/ Iin
|