|
Sisa kerusakan akibat gempa 30 September masih banyak tampak pada Universitas Negeri Padang (UNP). Setelah empat bulan gempa berlalu bangunan, saluran air, saluran listrik yang rusak belum juga terurus hingga kini.
Rizqa, Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris BP 2007 mengatakan ketika ingin membayar uang SPP dan menyeberang dari ruang GL menuju ATM, bau tak sedap menyengat dengan hebatnya. Bau tersebut keluar dari tangki septic tank yang berada disamping Bank Nagari. Tak hanya bau, tangki tersebut juga mengeluarkan air hingga menggenangi jalan. “Bau dan air yang keluar, sangat menganggu mata dan penciuman” ujarnya, Rabu (27/1). Tak hanya disekitar ruang GL, salah satu pipa di komplek Pusat kegiatan Mahasiswa pun mengalami kerusakan yang menyebabkan kebocoran pipa hingga air menggenang dan becek. “Keadaan yang demikian sangat mengganggu, jika tidak hati-hati berjalan disana, akan terpeleset” ujar Nanda salah satu anggota UK KES, Senin (8/2). Ketika di konfirmasi kepada Nazzarudin kepala Rumah Tangga, Bagian Perlengkapan UNP, mengatakan sarana dan prasarana yang rusak seperti rektorat, ruang Dharma Wanita, GOR, dan komplek PKM, memerlukan proses bertahap dalam memperbaikinya. ”Untuk saat ini, kami prioritas pada perbaikan bangunan, setelah itu baru prasarana lain seperti aliran listrik dan saluran air” ujarnya, Senin (8/2). Untuk WC yang terletak di GL, tambahnya, pihak Rumah Tangga telah memperbaikinya, dan kini wc itu telah bisa kembali beroperasi. “ Sedangkan bagian lainnya juga akan diperbaiki pada awal Maret” tutupnya. Iin/Sani
|