Oleh Dr. Ahmad Kosasih, M.A Sekitar pukul 04.00 subuh bus kampus Universitas Negeri Padang (UNP) dengan nomor 04 tiba di Janung kota Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam, setelah melewati perjalanan panjang selama kurang lebih 42 jam dari UNP, Padang. Udara pagi itu terasa sejuk, sejam kemudian azan subuh berkumandang dari menara masjid Raya Baiturahman. Kami, rombongan Musabaqah Tillawatil Quran (MTQ) dari UNP, segera turun dari mobil untuk menunaikan salat subuh berjamaah. Mungkin karena hari Minggu, jalan-jalan masih terlihat lengan. Kami tidak menjumpai angkutan kota (angkot), namun hanya melihat becak motor (bentor) yang hilir mudik membawa penumpang dari dan menuju pasar. Mungkin karena itu, kota Lhokseumawe lebih bersih, tertib, indah, dan tidak banyak polusi udara.
Setelah sarapan dan istirahat sebentar di serambi masjid yang cukup luas tersebut, kami segera menuju hotel Vina Vira dan Wisma Kuta Raja, tempat para pembimbing atau offcial serta anggota kafilah menginap. Malam itu kegiatan belum dimulai, selain pendaftaran kafilah sehingga kami lebih banyak beristirahat. Besoknya, Senin (27/7) MTQ Mahasiswa Tingkat Nasional ke XI pun dibuka. Acara ini resmi dibuka oleh Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Prof. Dr. Fasli Djalal, Ph.D,. serta dimeriahkan dengan pawai taaruf sebelumnya, pagelaran tari dan musik yang menggambarkan perjuangan Sultan Malikussaleh dalam menyebarkam agama Islam di Aceh. Dan suasana semakin syahdu dengan lantunan ayat suci Al-Quran oleh Syaikh Mahmud al-Syahhat, qari jemputan dari Kairo, Mesir. Walau sudah sejam menyaksikan pembukaan tersebut, rasa jemu pun tak hinggapi pengunjung siang itu. Siangnya, saya bersama Abdul Rahman, Syahrul Ismet, Asdi Wirman, dan Sulaiman hadir dalam technical meeting untuk mengambil nomor peserta dan nomor urut tampil masing-masing cabang lomba. Kebetulan saya dan Abdul Rahman dipercayakan membimbing cabang tilawah dan tartil. Adapun MTQ Mahasiswa Nasional ke XI ini memperlombakan 11 cabang lomba yaitu; 1; Musabaqah Tillawatil Quran (tilawah), 2; Musabaqah Tartil Quran (tartil), 3; Musabaqah Hifdzil Qiar’at (hafalan) 1 juz, 4. Musabaqah Hifdzul Qur’an (hafalan) 2 juz, 5. Musabaqah Qiraat Sabah (qiraat yang tujuh), 6; Musabaqah Fahmil Quran (cerdas cemat isi/kandungan Al-Quran), 7; Musabaqah Syarhil Quran (lomba analisis Al-Quran), 8; Musabaqah Khattil Qur’an (lomba tulisan indah Al-Quran), 9; Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Quran, 10; Debat Kandungan Al-Quran dalam bahasa Arab, 11; Debat Isi Kandungan Al-Quran dalam bahasa Inggris. Khusus tiga cabang terakhir ini adalah ciri khas MTQ Nasional Mahasiswa.
Di lihat dari persiapan UNP untuk mengikuti MTQ ke XI ini sudah semakin baik dari sebelumnya. Pimpinan UNP telah memberikan perhatian penuh mulai sejak acara MTQ tingkat mahasiswa UNP, pelatihan informasi teknologi dan komunikasi hingga persiapan pemberangkatan dengan dana dan tenaga yang tidak sedikit. Kafilah dari UNP berjumlah 41 personil.
Mereka terdiri dari 19 peserta lomba, seorang pimpinan kafilah Drs. Nasrul Hs, M.Ag., 3 orang pembimbing, 2 orang perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas dan Unit Kegiatan Kerohanian (BEM U dan UKK), 3 orang awak kendaraan, 5 orang dari staf kemahasiswaan, seorang dari staf ahli Pembantu Rektor (PR) III, Drs. Willadi Rasyid, M.Pd., dan selebihnya pendamping dan pelatih dari berbagai cabang lomba yang kesemuanya berasal dari dosen Mata Kuliah Umum (MKU) UNP. Keberangkatan kafilah ke Nanggroe Aceh Darussalam dilepas langsung oleh Rektor UNP, Prof. Dr. Z. Mawardi Effendi, M. Pd., didampingi oleh PR III, Drs.Alizamar, M. Pd. Kons., dan salah satu dosen MKU, Dr. Fuady Anwar, M.Ag., Jumat 24 Juli pukul 10.00 WIB di halaman gedung rektorat UNP. Dinilai dari pelaksanaan acara MTQ kali ini, tidak banyak yang istimewa. Tidak seperti MTQ sebelumnya, di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang lalu, MTQ di Universitas Malikussaleh (Unimal) ini berjalan biasa-biasa saja. Panitia terlihat kurang berpengalaman, hal ini tampak dari jadwal yang kurang teratur, hingga acara kadang dimajukan dan kadang diundur. Maka kami sebagai official maupun peserta harus stand by setiap saat ketika ada jadwal lomba. Meskipun jarak tempuh antara hotel dan arena lomba memakan waktu sekitar satu jam, namun alhamdulillah, semua cabang yang didaftarkan dapat diikuti dengan baik dan tidak terlmbat. Hanya tiga cabang yang belum diikuti kafilah UNP kali ini, yakni hafalan 2 juz, debat Islam berbahasa Arab dan bahasa Inggris, dalam hal ini UNP belum mempersiapkan sebelumnya.
Meskipun belum meraih peringkat terbaik, kafilah UNP pun berhasil meraih gelar dalam tiga cabang, yakni pembaca terbaik III tilawah putri Novia Sestika Riski -mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia- pemenang harapan II cabang Quraat Sabah Dedi Zulherman -mahasiswa jurusan Ilmu Administrasi Negara- dan pemenang harapan III cabang Fahmil Quran, Musfardi, Muhammad Jamil Akhir, Rifki Oktaviandri, masing-masing dari Pendidikan Kewarganegaraan, Sosiologi Antropologi, dan Pendidikan Bahasa Inggris. |