Home arrow Sastra & Budaya arrow Resensi arrow Mencari Tahu Ada (si) Apa di Balik Hidup
Mencari Tahu Ada (si) Apa di Balik Hidup
Judul Buku    : Curhat Setan: Karena Berdosa Membuatmu Selalu Bertanya
Pengarang    : Fahd Djibran
Penerbit    : Gagas Media
Cetakan    : I, 2009
Tebal        : 172 halaman
Harga        : Rp. 28.000



Jika seorang filsuf, Horatius pernah berkata agar manusia jangan mencari tahu apa yang akan terjadi besok, kebanyakan justru melanggar nasihat itu, bukan? Seringkali dalam kehidupan ini, manusia begitu penasaran dengan masa depannya. Manusia begitu rakus untuk mengetahui rencana-rencana Tuhan yang telah dirancang untuknya. Berbagai upaya dilakukan agar masa depan itu bisa digambarkan, entah itu melalui zodiak, shio, atau ramalan garis tangan, gurat wajah, bahkan nama sekalipun. Padahal, Tuhan telah dengan seksama merancang kehidupan manusia agar terarah dengan batas-batas yang sudah diberikanNya. Sayang, manusia sering tak mau tahu dengan batas-batas itu. Acuh bahkan.


Mereka tak sadar, jika batas itu tiada atau ditiadakan, mungkin hidup bisa seperti membaca deretantekstanpaspasi. Jadi sebenarnya manusia harus menyadari bahwa tak semua hal perlu diketahui. Seorang perempuan tak perlu mengetahui kenapa ia terlahir sebagai perempuan, manusia pun tak perlu bertanya kenapa mereka tercipta sebagai manusia. Beberapa hal yang terkait kehidupannya harus dibiarkan menjadi rahasia yang tak perlu dicari tahu jawabannya.


Mencoba mendikte sifat manusia tak pernah puas dan selalu ingin tahu, Fahd Djibran menuliskan dalam buku bergenre sastra, Curhat Setan: Karena Berdosa Membuatmu Selalu Bertanya. Dia membeberkan pemikirannya perihal kenapa Tuhan memiliki rahasia-rahasia, dan manusia memang takkan pernah mampu menjebol benteng penutup rahasia-rahasia itu. Bait demi bait tak selalu disampaikan Djibran dengan serius. Melalui balutan humor atau lewat penggambaran kehidupan santai sehari-hari yang terkesan sepele, pemimpin redaksi Juxtapose Korporasiddea ini menyamatkan pesan-pesan mendalam. Pembaca akan menemukan kalimat–kalimat yang bisa menjadi bahan renungan. Kata-kata filosofi dari orang-orang ternama, seperti Horatius, Einstein, dan Socrates menciptakan nuansa motivasi serta mengorek rasa.


Namun, ada hal yang perlu dicermati ketika membaca karya Djibran yang juga disebut-sebut sebagai sekuel A Cat in My Eyes: Karena Bertanya Tak Membuatmu Berdosa ini. Misalnya saja, sketsa tokoh setan yang beralasan menggoda manusia dengan tujuan ingin membebaskan mereka dari kediktatoran Tuhan yang telah membuat hegemoni dan dominasi nilai-nilai moral terhadap makhluknya. Bukan tidak mungkin, justru akan menimbulkan pemikiran dan persepsi yang salah jika pembaca hanya membaca per potong saja. Antena pemahaman mesti ditinggikan.

 

Resensiator: Sari Fitria
Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris BP 2008

 

 
< Prev   Next >

Berita Terkini