Home arrow Ensiklopedi arrow Vaksin Made In Indonesia
Vaksin Made In Indonesia
Setelah bertahun-tahun selalu membeli vaksin dari luar negeri, akhirnya 16 November 2009 lalu, seorang dokter ahli penyakit tropis dari Universitas Airlangga Surabaya,  menemukan bakal vaksin pertama buatan Indonesia. Bakal vaksin yang ditemukan itu adalah untuk mengatasi pandemik flu burung dan flu babi. Kontan  saja penemuan ini membuat suatu terobosan baru di bidang kedokteran Indonesia. Sebab biasanya virus asal Indonesia dibawa ke luar negeri, lalu setelah menjadi vaksin dijual kembali ke Indonesia dengan harga yang tak terjangkau.





Penelitian tersebut sebenarnya telah dimulai sejak Oktober 2003 oleh Kepala Laboratorium Avian Influenza Tropical Disease Center Universitas Airlangga, Surabaya, Chaerul Anwar Nidom  beserta timnya. Namun karena masalah kurangnya peralatan, maka penelitian itu terhenti hingga tahun 2007. Hingga akhirnya setahun setelahnya, tim tersebut mendapat bantuan dari pemeritntah berupa laboratorium beserta kandang tempat hewan uji coba  yang terbesar se-Asia.


Cara mendapatkan bahan bakal vaksin adalah dengan mengambil isolat atau penghantar virus dari serum darah orang sakit. Isolat itu dikembangbiakkan dengan cara ditanam (inokulasi) pada sel yang peka terhadap virus. Setelah dipanen berkali-kali dan sifatnya stabil, susunan genetisnya diidentifikasi dan virus dimurnikan. Kemudian virus dibiakkan menjadi benih virus yang selanjutnya menjadi bakal vaksin.


Bahan bakal vaksin flu burung berupa lima sampel spesimen atau bakal virus dari orang yang terinfeksi flu burung asal Indonesia. Sedangkan bahan vaksin flu babi, berasal dari virus flu babi lokal yang dimurnikan oleh Lembaga Eijkman, Jakarta, dan bahan tersebut diberikan ke Universitas Airlangga untuk pembuatan benih.


Sekarang bakal vaksin sudah siap pada tahap uji klinis. Tahap ini di antaranya menentukan boleh-tidaknya pengujian pada manusia.. Selain itu, WHO mensyaratkan negara dengan penduduk besar seperti Indonesia mampu memproduksi vaksin flu babi untuk antisipasi pandemi, minimal 10 persen dari jumlah penduduknya.


Sebuah perusahaan farmasi Indonesia, Biofarma,  memproduksi vaksin ini dengan kapasitas produksi 20 juta setahun. Selanjutnya, juga akan diproduksi vaksin seasonal flu untuk kebutuhan jemaah haji sebanyak 240.000 dosis. Untuk memproduksi vaksin seasonal flu ini tidak perlu investasi tambahan, karena bisa memanfaatkan infra struktur yang ada. Vaksin seasonal flu ini merupakan cikal bakal untruk produksi vaksin flu burung  dan flu babi berikutnya, jadi proses pembuatanya tidak memerlukan investasi tambahan.

Maretha Ramadhani (dari berbagai sumber)



 
< Prev   Next >

Seputar Kampus

Jangan Berhenti Dipenonaktifan
Sejak Juni lalu, Komunitas Seni Pertunju...

Profesor UNP pun Siap Mengajar di SMA
Tahun ajaran baru ini SMA Pembangunan ak...

Tergagap di Program Mahasiswa Berprestasi
Program mahasiswa b...

Seret Musala Jadi Sekretariat
Musala yang terleta...

Timah Panas Melesat di UNP
Peristiwa peluru ny...

UNP Terbaik dalam Pembelajaran Aktif Nasional
UNP patut berbangga...

Membentengi PL dengan Berlatih
Mata kuliah Praktik...

Bersama Membangun Pendidikan yang Cerdas


Praktis...

Statistik

Counter Powered by  RedCounter











Powered by  MyPagerank.Net




















Berita Terkini