|
Tidak ada yang menyangka jika Afrian, mahasiswa UNP jurusan Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2005, menjadi satu-satunya mahasiswa yang menjadi pemateri dalam seminar Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (PIT-ISOI) yang dilaksanakan pada tanggal 16-17 November lalu.
Dalam seminar yang berlangsung di Bogor tersebut, anak dari pasangan Anwar Rauf dan Anis Mahmud ini bergabung dengan para profesor yang juga menjadi pemateri. Dengan judul makalah ”Pengoptimalan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Wilayah Pesisir Melalui Sinergi Lembaga Kelautan”, anak sulung dari dua saudara ini menjadi satu-satunya pemateri yang belum mendapatkan gelar akademik. Selebihnya, yang menjadi pemateri adalah mereka yang bergelar Doktor dan Profesor. Awal mula pemuda yang sering mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ini untuk dapat menjadi pemateri adalh dari iseng-isengnya mengunduh situs lomba karya tulis. Ia mengikutinya, membuat makalah, hingga akhirnya dipanggil untuk menjadi pemateri.
Ini bukan prestasi pertama Rian. Setumpuk prestasi telah diukirnya hingga kini ia kaya pengalaman. Namanya hampir selalu mewarnai Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) baik lokal maupun nasional. Prestasinya pun tak terlepas dari keaktifannya diberbagai organisasi baik intra maupun ekstra kampus.
Organisasi intra kampus misalnya sebagai ketua umum English Debate Community tahun 2007-2008, koordinator penalaran ilmiah Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris tahun 2007-2008, anggota komisi C Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Bahasa Sastra dan Seni (BPM FBSS) tahun 2007-2008. Sekarang ini ia masih tercatat sebagai anggota Pusat Pengembangan dan Ilmiah Penelitian Mahasiswa (PPIPM) dan ketua Forum Ilmiah jurusan Bahasa Inggris. Sedangkan organisasi luar kampus yang dimasukinya sampai sekarang adalah koordinator Forum Mahasiswa Padang Ganting dan anggota Ukhuwah Football Club.
Atas prestasi yang ditorehkannya, pria yang mempunyai hobi menulis, berorganisasi, membaca, berkomunikasi dan sepakbola ini sekarang mendapatkan beasiswa dari sebuah yayasan di Belanda yang bernama The Van Deventer-Mass Stichting. Tidak hanya sekedar beasiswa, ia juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti workshop yang diadakan yayasan tersebut di Semarang dan Surabaya beberapa waktu lalu. Selain itu, ia juga dipercaya menjadi koordinator dalam mencari calon penerima beasiswa dari negeri tulip itu.
Semua yang diraihnya diakui Rian sebagai buah dari pencermatan penganalisaannya, baik akan kesempatan dan kemampuannya. Dengan mengerahkan kemampuan dan pemanfaatan setiap kesempatan yang ada Rian menghasilkan semua prestasinya. Segudang prestasi yang telah diraihnya itu tidak membuat ia cepat berpuas diri. Masih ada harapan dan cita-cita pria yang menguasai Bahasa Inggris ini kedepannya. Harapan dan cita-citanya adalah membuat usaha sendiri di kampus, mejadi konsultan dan melanjutkan pendidikan ke S2. Namun, cita-cita yang paling besar dari pemilik TOEFL 477 ini adalah pergi ke luar negeri. Dede Prandana Putra |