|
“ Ikhlas dalam bekerja”.Inilah yang selalu ditekankan oleh seorang Zuliati Zein S.Pd dalam melakukan pekerjaan . Tampaknya, ini juga yang membuat ia begitu semangat dan mampu mengerjakan semua tugas yang dibebankan padanya dengan baik. Jabatan yang dipercayakan padanya sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Evakuasi di BAAK dipegangnya dengan penuh tanggung jawab.
Dengan segala keterbatasan sumber daya yang dimilikinya dalam bekerja, wanita kelahiran 9 Februari 1955 ini tetap bisa menorehkan prestasinya dan membawa nama lembaganya ke tingkat Nasional. Ia berhasil masuk 15 besar finalis tenaga administrasi terbaik yang diselenggarakan oleh Dirjen Dikti yang dipilih dari 45 perguruan tinggi di Indonesia. “Saya sempat gugup saat mengikutinya karena semua finalis sangat berkompeten dan berasal dari perguruan tinggi ternama seperti ITB, UGM, UI, IPB dan universitas lainnya,”ujarnya, Selasa(1/9). Dalam melakukan pekerjaan, ia sendiri tidak suka menunda-nundanya. Kedisiplinan yang tinggi merupakan kunci dari keberhasilannya baik dalam bekerja maupun yang lain. Itulah sebabnya ibu yang memiliki empat anak ini tetap bisa membagi waktunya untuk keluarga meski ia sibuk bekerja. Prinsip yang selalu dipegangnya untuk keluarga yaitu tidak pernah membiarkan rumahnya kosong. “Saya tidak pernah melalaikan tugas sebagai istri mapun orang tua dengan alasan pekerjaan, waktu untuk keluarga selalu saya sediakan setelah pulang kerja” ungkapnya sambil tersenyum.
Sosok yang pekerja keras ini selalu berusaha untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik. Oleh karena itu, ia selalu berusaha untuk memotivasi dirinya sendiri agar timbul kesenangan pada dirinya dalam melakukan apapun. Inilah contoh yang selalu siperlihatkan pada staffnya agar bekerja lebih efektif dan maksimal. Akhirnya, kesulitan dalam melakukan setiap pekerjaan pun dapat teratasi.
Kemudian ia menuturkan bekerja harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan ikhlas. Harapan untuk dirinya yaitu selalu berusaha untuk memberikan pelayanan prima pada semua orang yang membutuhkan bantuannya seperrti mahasiswa, dosen atau pegawai lain. Menurutnya, setiap pekerjaan dilakukan dengan fleksibel, jujursan transparan. “Kalau bisa mudah kenapa harus dipersulit,”tutupnya mengakhiri pembicaraan. Zuina Ilmi
|