Home arrow artikel arrow Karya Cemerlang dari "Sekolah Guru"
Karya Cemerlang dari "Sekolah Guru"
Oleh Miftahul Khair
 

Umumnya berita-berita di media kita adalah berita yang membuat kening berkerut lantaran terlalu banyak mengekspos berita-berita negatif. Berita negatif ini misalnya berita tentang konflik politik, rendahnya mutu pendidikan, kemiskinan, hutang-hutang negara, kasus penembakan, pembunuhan, skandal seks, korupsi pejabat, penggusuran, demonstrasi, dan sejenisnya. Semua serasa membuat frustasi akan masa depan bangsa besar ini

Syukurlah ada juga berita yang bagi penulis menumbuhkan rasa optimis akan prestasi negara ini. Diantaranya berita si mobil mungil (microcar) Arina. Sebuah mobil asli karya anak bangsa. Mobil Arina-SMK dirancang menggunakan mesin sepeda motor dengan kapasitas mesin 150 cc, 200 cc dan 250 cc. Mobil ini adalah jenis kendaraan kelas Urban Personal Vehicle (UPV), karena tampilannya sangat eksklusif dengan kecepatan bisa mencapai 80 km/ jam, serta hemat bahan bakar minyak (BBM), yakni 1 liter untuk 35-40 km perjalanan.


Adalah Widya Aryadi MT, dosen jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang, sekaligus Kepala Laboratorium Disain Teknologi Tepat Guna, bersama mahasiswa Teknik Mesin yang tergabung dalam kelompok Creativity and Research Cllub (CRC) yang mendisain microcar ini. Microcar yang dimaksud sama sekali berbeda dengan produk sejenis dari India, Cina, Eropa, dan Amerika Serikat (AS). Bisa dibayangkan kelak bila kita bisa mengekspor mobil ini, tentu merupakan suntikan ekonomi yang bagus.  


Hal menarik kemudian adalah bagaimana karya cemerlang ini dilahirkan dari universitas yang dahulunya adalah "sekolah guru”, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Semarang. Dengan tidak merendahkan institusi Universitas Negeri Semarang, ternyata karya hebat tak mesti dihasilkan dari kampus papan atas, seperti Instutut Teknologi Bogor (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM) atau Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Lebih menarik lagi, sang dosen bergelar ST dan MT, yang merupakan gelar akademik dalam negeri. Sang penemu tak mesti pergi sekolah lanjut dengan biaya mahal ke kampus terpandang di Eropa atau Amerika.


Kalau kita analisa, keunggulan dari perguruan tinggi yang selama ini dikatakan ternama adalah perpaduan antara lengkapnya fasilitas dan kesungguhan berkarya. Setidaknya inilah laporan pandangan mata penulis, menapaki UGM, ITB dan Delft University of Technology (TU Delft) Belanda. Bolehlah kita sebut perguruan tinggi ini sebagai perguruan tinggi papan atas, paling tidak dari peringkat yang dibuat BAN-PT DIKTI dan Webometric. Ketika berkunjung ke UGM, penulis terkesima menyaksikan para mahasiswa yang sangat serius berdiskusi di taman kampus membahas materi kuliah. Demikian pula, pustaka fakultas dan universitas dipenuhi mahasiswa yang belajar dengan tekun. Bahkan pada musim ujian, perpustakaan dibuka sampai jam 21.00 WIB.


Selain itu, terdapat suatu konsep dalam ilmu psikologi, yaitu hasrat untuk berkarya dan untuk berprestasi (N-Ach). Seorang ahli psikologi, David McClell mendefinisikan N-Ach sebagai hasrat seseorang untuk mencapai hasil yang signifikan, untuk menguasai suatu kemampuan, atau untuk mendapatkan standar yang tinggi. N-ach berhubungan dengan kesulitan suatu tugas yang dipilih oleh seseorang. Orang dengan N-Ach rendah akan memilih tugas yang paling mudah untuk meminimalkan resiko kegagalan, atau malah tugas tersulit sehingga dia punya alibi akan kegagalannya kelak. Sedangkan orang dengan N-Ach yang tinggi akan memilih tugas yang sulit, karena senang dengan tantangan.


Kemampuan untuk berprestasi terbuka bagi siapa saja. Siapa sungguh dia mendapat, siapa menanam dia akan menuai. Dus, ditambahnya anggaran pendidikan 20% seyogyanya melengkapi hasrat berprestasi yang lebih. Tinggal mengharmonikan N-Ach dan kelengkapan fasilitas di universitas "sekolah guru" kita.

 

Penulis Dosen Jurusan Kimia Universitas Negeri Padang, tengah menimba ilmu di TU Delft Belanda

 

 
Next >

Seputar Kampus

Jangan Berhenti Dipenonaktifan
Sejak Juni lalu, Komunitas Seni Pertunju...

Profesor UNP pun Siap Mengajar di SMA
Tahun ajaran baru ini SMA Pembangunan ak...

Tergagap di Program Mahasiswa Berprestasi
Program mahasiswa b...

Seret Musala Jadi Sekretariat
Musala yang terleta...

Timah Panas Melesat di UNP
Peristiwa peluru ny...

UNP Terbaik dalam Pembelajaran Aktif Nasional
UNP patut berbangga...

Membentengi PL dengan Berlatih
Mata kuliah Praktik...

Bersama Membangun Pendidikan yang Cerdas


Praktis...

Statistik

Counter Powered by  RedCounter











Powered by  MyPagerank.Net




















Berita Terkini