|
“Semua anda ini adalah leader (pemimpin), dan leader butuh manajemen untuk memimpin”. Demikian yang disampaikan Dra. Hj. Nurlela, M.Ag saat membuka acara Leadership Management Training (LMT) IX yang digelar Unit Kegiatan Kerohanian (UKK) UNP di ruang kuliah GL. Lebih lanjut Pembina UKK ini menjelaskan bahwa pemimpin adalah teladan yang memberi contoh kepada bawahannya. Jadi, kata Nurlela, seorang pemimpin mesti bersikap sebagai pemimpin yang meneladani kepribadian rasulullah.
Untuk mencapai tujuan membentuk pemimpin seperti dalam tema yang diangkat ‘Wujudkan Pemimpin Berkualitas dan Berakhlak Mulia,’ panitia dalam LMT kali ini, memfokuskan pada pembekalan Analisis Syirah dan Asholah Dakwah. Seperti dijelaskan ketua UKK, Ari Saputra, bahwa Analisis Syirah adalah pembekalan pengetahuan mengenai kepemimpinan Rasulullah, bagaimana rasul mengambil keputusan, bersikap kepada para sahabat, bawahan, dan berdakwah. Pedoman utama dalam Analisis Syirah ini adalah Al-Qur’an yang selalu menjadi rujukan rasul dan Hadist. Asholah Dakwah berarti keaslian dakwah yang disampaikan dengan jujur dan didasari pada keikhlasan. Ari melanjutkan, pembekalan kepemimpinan seperti ini jarang sekali diberikan. Padahal sebenarnya, justru pemimpin dengan keteladanan seperti Rasulullahlah yang harus ada, tambahnya. Acara yang digelar sejak 29 Juni hingga 2 Juli ini mengambil tempat di Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Padang. Selama kegiatan, peserta yang terdiri dari 25 orang putra dan 40 orang putri ini dibekali materi, teori, training kepemimpinan, dan out bond untuk melatih kekompakan, sebelum akhirnya dilakukan evaluasi pembekalan kepemimpinan. “Dari sini diharapkan akan lahir trainer-trainer baru yang siap terjun di organisasi dengan jiwa kepemimpinan Rasulullah seperti dalam Syirah Nabawiyah. Minimal memiliki empat sifat utama rasul, yakni Siddiq, Amanah, Fathanah, dan Tabligh”, tutup Ari, Senin (29/6). Heri
|