Home arrow Laporan arrow Laporan Khusus arrow Menghidupkan Penangkal Lama
Menghidupkan Penangkal Lama
Organisasi dan LSM beri jalan dengan penyuluhan, namun generasi muda masih mencoba jalannya yang salah. Kontrol sosial dan orang tua lebih besar diperlukan.

Melihat fakta dan kondisi yang terjadi sekarang, kecenderungan generasi muda semakin banyak yang mengkonsumsi obat-obat terlarang, dan mudah terjerumus pada narkoba. Ditambah lagi banyaknya permintaan masyarakat untuk menanggulangi masalah narkoba, mendorong Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Sa’anin Ulu Gadut Padang membuka instalasi Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) sebagai tempat rehabilitasi bagi pemakai narkoba. “Selain itu narkoba sudah menjadi program nasional,” tutur Kepala Instalasi NAPZA RSJ. HB. Sa’anin, dr. Santi  Saberko, Kamis (9/7). Instalasi NAPZA yang baru empat bulan berdiri sejak 12 Maret 2009 ini, sekarang menampung tiga residen_sebutan bagi pasien rehabilitasi narkoba.
    Dalam kegitannya, RSJ. HB. Sa’anin lebih memfokuskan pada tindakan penyuluhan dan pengetahuan. Namun belum melakukan penjaringan terhadap pemakai-pemakai narkoba sendiri. “Ini karena instalasi baru didirikan  dan sarananya masih terbatas,” tutur dr. Santi. Sekarang, jelasnya, kami baru melakukan promosi kecil-kecilan dengan pengenalan oleh masyarakat dari mulut ke mulut saja, kadang melalui radio. Saat ini residen yang dibina hanya diantar oleh orang tua mereka.
    Selain pembinaan pecandu narkoba di panti rehabilitasi, penyuluhan tentang narkoba harus dilakukan sejak dini mengingat sifat dasar remaja yang cenderung mudah terpengaruh dan ikut-ikutan. Untuk itu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cemara PKBI Sumatera Barat turut melakukan pembinaan terhadap remaja mengenai bahaya dan penanggulangan narkoba ini. Meski kegiatan yang dilakukan masih berupa tindakan preventif berupa diskusi dan penyuluhan. Dalam aplikasinya, di awal 2008 Cemara membentuk Angkatan Peduli HIV AIDS dan NAPZA yang anggotanya terdiri dari dua utusan masing-masing sekolah di Kota Padang. “Mereka dijadikan duta anti narkoba di sekolahnya masing-masing,” tutur Lina selaku Koordinator LSM Cemara, Senin (29/6). Setiap minggu mereka dibekali pengetahuan tentang narkoba, lanjutnya, nantinya diharapkan mereka terus merekrut teman-teman disekolahnya. Sehingga pengetahuan tentang bahaya narkoba dapat tersebar dengan sendirinya.
    Namun apa yang dilakukan sejauh ini belumlah mampu memberantas masalah narkoba secara efektif. Tindakan yang dilakukan hanya berupa kampanya-kampanye mengenai dampak, akibat dan pengaruh narkoba. Menurut Pakar Sosial UNP, Eka Vidya Putra, S.Sos, S.Pol, usaha yang dilakukan oleh organisasi-organisasi dan LSM selama ini masih belum berarti. Jumlah pemakai narkoba tetap meningkat. “Saya rasa semua orang sudah tahu tentang dampak narkoba ini, efek buruknya bagi kesehatan, serta lingkungan sosial dan agama,” ujar Eka, Senin (6/7). Saat ini, lanjutnya, sosialisasi itu harusnya bukan difokuskan pada dampak dan efek lagi, namun pada tindakan preventif dengan pemahaman apa yang harus dilakukan remaja dalam mengisi hari-harinya dengan kegiatan positif agar jiwanya terisi. Sehingga mereka tidak tertarik untuk mencoba narkoba, karena serangan-serangan narkoba harus diantisipasi dari apa penyebab mereka mudah jatuh ke narkoba.   
Diantara banyaknya pengguna narkoba, mahasiswa pun menempati urutan yang tak kalah banyak dengan pelajar. Meski begitu tak jarang dari mereka yang memiliki inisiatif untuk menanggulanginya. Seperti yang dilakukan Fajar Wahyudi, Ketua organisasi Mahasiswa Tanggap Pencegahan Penyalahgunaan dan Penyebaluasan Narkoba dan Aids (Mata P3na). Fajar bersama beberapa perguruan tinggi lain di Sumbar yang mengikuti pelatihan pencegahan narkoba dan penyebarluasan AIDS yang diadakan Direktur Jendal Pendidikan Tinggi Desember 2008 lalu, berinisiatif melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan terhadap penggunaan narkoba. “Meski objek kami hanya orang-orang yang belum mencoba, bukan mereka yang pernah terjerumus,” jelas mahasiswa yang menimba ilmu di jurusan Teknik Sipil BP 2006 Universitas Bung Hatta ini, Selasa (7/7). Sebagai mahasiswa kitalah yang diperlukan dalam perubahan generasi bangsa untuk tidak memakai narkoba. Jangan sampai mahasiswalah yang memakai.


Selain ketahanan sosial yang kurang, faktor lain adalah masyarakat sendiri yang tak peduli terhadap bahaya peredaran narkoba ini. Menurut Pakar Sosial, Prof. Dr. Damsar, tidak begitu ketatnya kontrol masyarakat terhadap pemakai narkoba juga menjadi kendala dalam pemberantasannya. “Mereka cenderung lepas tangan dan membebankan sepenuhnya pada pihak pendidikan sebagai tempat menimba ilmu,” ujarnya, Kamis (16/7). Sebenarnya, lanjutnya, ini tanggung jawab bersama, terutama orang tua yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.


    Sedangkan di lingkungan pendidikan sendiri, tindakan yang dilakukan hanya pada tataran formalitas yang mengapung ke permukaan saja. Seperti dengan diadakannya tes pemakaian narkoba di beberapa sekolah dan peguruan tinggi, yang kebanyakan hanya untuk mengangkat nama masing-masing instansi. “Padahal tes yang dilakukan tersebut tidak sahih,” ungkapnya. Dalam pelaksanaannya pihak sekolah menggunakan alat tes yang hasil pengujiannya tidak valid, karena teknologi yang digunakan belum canggih dan belum bisa dipertanggungjawabkan hasilnya. Begitu pula dalam pengawasannya. “Dan sayangnya tes itu juga memakan dana dari siswa dan mahasiswa,” keluhnya.


    Salah seorang pemakai, Rino mengakui, saat masih sekolah pernah diadakan tes darah, namun ia dan teman-temannya sesama pemakai tak ketahuan saat itu. “Kami jarang sekali terkena razia karena setiap ada razia, biasanya kami sudah tahu duluan,” ujarnya bangga Minggu (5/7). Itu karena salah seorang temannya akrab sekali dengan salah satu pegawai sekolah.


    Untuk menanggulangi masalah ini, tambah Damsar, pengawasan dari pihak sekolah harus diperketat, misalnya dengan mengadakan  razia tiba-tiba. Hukuman bagi pemakai maupun pengedar harus lebih ketat dan dipertegas. “Bila perlu berikan hukuman maksimal agar mereka jera,” tambahnya. Sudah saatnya pemerintah dan seluruh elemen masyarakat lebih serius menanggulangi masalah, mengingat jumlah pengguna narkoba yang terus melambung dari tahun ke tahun.



Uun/Della
Laporan: Afdal/Heri/Rara/Santi/Ulfi

 
< Prev   Next >

Seputar Kampus

Jangan Berhenti Dipenonaktifan
Sejak Juni lalu, Komunitas Seni Pertunju...

Profesor UNP pun Siap Mengajar di SMA
Tahun ajaran baru ini SMA Pembangunan ak...

Tergagap di Program Mahasiswa Berprestasi
Program mahasiswa b...

Seret Musala Jadi Sekretariat
Musala yang terleta...

Timah Panas Melesat di UNP
Peristiwa peluru ny...

UNP Terbaik dalam Pembelajaran Aktif Nasional
UNP patut berbangga...

Membentengi PL dengan Berlatih
Mata kuliah Praktik...

Bersama Membangun Pendidikan yang Cerdas


Praktis...

Statistik

Counter Powered by  RedCounter











Powered by  MyPagerank.Net




















Berita Terkini