Julukan ‘Profesor Jenderal Provokator’ itu melekat pada Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, MA, Ph.D, APU, saat meruntuhkan rezim Soeharto, 11 tahun silam. Hermawan yang akrab dipanggil Kikiek Haryodo ini, bukanlah provokator yang memancing di air keruh. Namun, merupakan pemikir strategis yang mendorong mahasiswa melakukan aksi untuk mengakhiri orde baru, serta membawa arus besar reformasi. Dialah orang pertama yang mempopulerkan kata provokator dalam setiap aksi mahasiswa kala itu.
Mulanya, ia bersama rekan-rekan aktivis mahasiswa lain, ikut mengatur strategi aksi mahasiswa yang damai tanpa kekerasan. Namun, setiap kali mahasiswa berunjuk rasa, selalu ada yang terluka, patah tangan dan kaki, bahkan kehilangan gigi. Akhirnya, Kikiek bersama rekan provokator lain menganjurkan mahasiswa melengkapi diri dengan botol-botol kosong sebagai pelindung. Ia menyimpan botol-botol itu di kampus STT Jakarta dan LIPI. Hingga sekarang, pria kelahiran desa Geneng, Ngawi, 4 Juli 1957 ini tetap aktif memantau pergerakan mahasiswa. Banyak pemikiran-pemikiran mengenai aksi mahasiswa yang dituangkannya melalui jabatan yang dipegangnya sebagai Sekjen Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu-ilmu Sosial (FIIS) Universitas Indonesia (UI), serta Sekjen Majelis Permusyawaratan Mahasiswa UI. Alumnus jurusan Fisika, serta jurusan Politik dan Pemerintah UI ini mulai mengasah filsafat dan ilmu politik di STF Driyarkara.
Kikiek juga memperdalam Ilmu Politik, Literatur, Antropologi; Studi Burma dan bahasa Belanda, SEASSI di Northern Illinois University (NIU). Keseriusannya di dunia politik yang berawal dari politik pergerakan mahasiswa, menjadikannya seorang pemikir dan pakar politik ahli peneliti utama perkembangan politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Nama besar Kikiek telah malang melintang ke beberapa universitas ternama di luar negeri, seperti Ohio University dan Arizona State University. Kiprahnya sebagai pengamat politik sudah tak diragukan lagi. Dia juga sering menjadi narasumber berbagai media tentang berbagai hal menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ia sering menghadiri kegiatan ilmiah dan rancangan politik di belasan Negara seperti Amerika Serikat dan Portugal. Selain itu, ia juga telah menyelenggarakan Caucus/Workshop mengenai pandangan-pandangan politik di beberapa universitas, tidak hanya di dalam negeri, bahkan di luar negeri. Berkat berbagai prestasinya, Kikiek menjadi salah satu tokoh berpengaruh di Indonesia dalam Ensiklopedi Tokoh Indonesia.
Ulvina Hafiza (dari berbagai sumber)
|