| Prodi Baru: Bahasa Jepang dan Ilmu Komunikasi |
|
Lebih kurang lima tahun lalu, terdengar kabar bahwa UNP akan membuka dua program studi baru dalam rangka perluasan mandat (wider mandate) universitas. Kabar itu pun menjadi jelas ketika pada waktu itu langsung diterima dosen-dosen yang dipersiapkan akan mengisi kedua prodi tersebut. Tiga orang calon dosen berkualifikasi S1 Bahasa Jepang pun diterima yang pada waktu itu dicantelkan sementara pada Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah FBSS. Demikian juga 2 calon dosen berkualifikasi S2 untuk prodi Ilmu Komunikasi yang dicantelkan sementara pada Jurusan Sejarah FIS. Waktu lima tahun merupakan waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan suatu program studi, namun sampai hari ini kedua prodi itu belumlah terwujud. Justru calon-calon dosen Bahasa Jepang yang sudah terlanjur diterima, sudah pakai NIP dan ada yang sudah memiliki jabatan fungsional dosen (Asisten Ahli), dianjurkan pindah ke Universitas lain atau memilih jadi staf administrasi oleh seorang professor di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Anjuran itu bukan karena apa-apa, tapi hanya prihatin saja melihat nasib mereka yang terombang-ambing. Sudahlah prodi itu belum juga terwujud, Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang baru juga tidak menerima masuknya tiga orang staf pengajar “asing” itu. Alasannya masuk akal juga, kalau mau dicantelkan juga mengapa tidak ke Jurusan Bahasa Inggris? Bukankah Jurusan itu sama-sama Jurusan bahasa asing? Akan tetapi Jurusan Bahasa Inggris tidak mau direpotkan oleh hal yang bukan berasal dari ide dia. Cukup angkat bahu.
|
| < Prev | Next > |
|---|