|
Kesan ramah langsung terlihat Arief Rahman Sulistianto, Mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olah Raga BP 2006 ini. Dari sosoknya yang tidak terlalu besar tak terkesan ia seorang atlet. Namun, jangan salah, putra kedua pasangan Drs. Lisam tanawi dan Sri Finalti Minarni ini adalah salah seorang atlet Bulu Tangkis.
Bakatnya telah terlihat semenjak Sekolah Dasar (SD), berbagai turnamen sudah pernah ia ikuti mulai dari tingkat Kelompok Umur hingga kejuraan nasional. Pria kelahiran 22 April 1988 ini pernah mengikuti Kejuaraan Kelompok Umur (KU) XIII di Gedung Olah Raga Asia Afrika, Jakarta, Juara 1 KU XIII berturut-turut (1999, 2000, 2001) se-Provinsi Bengkulu juara 2 KU-16 (2001, 2002) se-provinsi Bengkulu, juara 2 tunggal dan ganda KU-19 (2004) se-Provinsi Bengkulu, juara 1 Gubernur Cup (2004) dan juara 1 ganda dewasa, Turangga Open (2005). Tak hanya itu, pada tahun 2007 ia mengikuti Pekan Olahraga Mahasisiwa Tingkat Daerah (POMDA) di Universitas Bung Hatta dan memperoleh Perak untuk Ganda Campuran. Bahkan putra daerah Bengkulu Utara ini menyabet Medali Emas pada kejuraan di Politeknik Unand pada Ganda Putra dan Perunggu untuk tunggal. Tak pernah puas dengan prestasinya, baru-baru ini tamatan SMK N 1 Agra Makmur ini juga telah mengikuti Kejuaraan Nasional se-Sumatera di Batam dan berhasil menenteng medali perak.
Semua prestasi yang ia peroleh tentunya tak luput dari kerja keras dan doa. “Ikhtiar harus sejalan dengan doa,” ujarnya kepada Ganto, Jum’at (13/3) di depan sekretariat Ganto. Hampir tiap malam ia berlatih tanpa pernah lelah. Disiplin itulah kunci utama mahasiswa yang juga tergabung di klub Telkom ini. Sikap disiplin ini memang telah ditekankan oleh orang tua Arief sedari kecil. Bahkan sejak SD_umur bermain_ ia telah mengikuti privat Bulu Tangkis di tanah kelahirannya. Kebiasaan keluarganya tidak boleh bangun kesiangan, telah mengantarkanya menuju prestasi-prestasi yang membuat orang disekitarnya bangga.
Sosok sederhana yang tengah aktif melatih di Persatuan Bulu tangkis Binna Utama, Pasaman ini sangat mengagumi Taufik Hidayat dan Ayahnya, Drs. Lisam Tanawi. “Saya ingin membuat ayah saya bangga dan puas dengan prestasi saya, berkat kedisiplinan beliaulah saya bisa begini sekarang,” ujarnya sambil menatap lurus ke depan. “Dan saya juga ingin bermain dengan Taufik Hidayat,” tambahnya mantap. Berkat semangat pantang menyerah dengan moto hidup tak ada yang tak mungkin ini, mengantarkan Arief ke Kejuraan Nasional Sumbar, perwakilan Pasaman di Sport Hall Bukittinggi (2008), kejuaraan piala Gubernur Pekan Baru (2008), Kejuaraan Pasaman (2007). Laki-laki hitam manis ini memang tak pernah puas, selain berniat menyelesaikan studinya di Fakultas Ilmu Keolahraga (FIK), ia tengah mempersiapkan diri menuju Porda (Pekan Olahraga Daerah) Oktober mendatang.Tuti Handriani
|