|
Praktik Lapangan Program Kependidikan |
|
Menurut PR I, meskipun ada program PPG (Pendidikan Profesi Guru), Program Studi Kependidikan di lingkungan UNP tetap melaksanakan Praktik Lapangan selama 3 bulan di sekolah-sekolah. |
|
Read more...
|
|
|
Meniru, Menjiplak, dan Plagiat |
|
Prinsip belajar yang paling kuno adalah dengan meniru. Kemudian, karena manusia merupakan makhluk berpikir, maka hasil tiruan dapat dikembangkannya menjadi suatu pengetahuan, dan keterampilan. Berbeda dengan makhluk lain, misalnya monyet, juga termasuk binatang peniru. Akan tetapi, hasil tiruannya itu tidak berkembang menjadi pengetahuan dan keterampilan, apalagi untuk diturunkan (transfer) kepada yang lain. Monyet memang bukan makhluk berpikir. |
|
Read more...
|
|
|
Masihkah kita sekarang ini menulis surat kepada orang tercinta melalui pos? Masih adakah gadis remaja kita sekarang yang menerima surat cinta dari kekasihnya seperti Hayati menerima surat cinta Zainuddin dalam roman Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Hamka yang terkenal itu? |
|
Read more...
|
|
|
SBI tak lain dari singkatan dari Sekolah Berstandar Internasional. Maka beberapa sekolah SMP dan SMA berlabel SBI muncul di kota-kota Indonesia belakangan ini. Kemunculan sekolah-sekolah berlabel SBI itu tentu saja melalui proses dan persyaratan tertentu yang ditetapkan pemerintah. Yang menjadi pertanyaan masyarakat luas adalah, seperti apakah sekolah-sekolah SBI itu? |
|
Read more...
|
|
Dosen ProfesionalSelama ini kita kenal profesi seorang tenaga medis sebagai dokter. Dokter adalah profesi yang didapatnya melalui pendidikan dan latihan yang terukur untuk suatu standar profesi. Untuk mendapatkan profesi dokter, seseorang harus melalui pendidikan kedokteran yang ditandai dengan kelulusan Sarjana Kedokteran (S.Ked.). Nah, untuk membedakan sebutan dokter sebagai profesi tenaga medis dengan Doktor keilmuan (lulusan S3), terletak pada “d” kecil dan “D” besar. Dr. Mardambin adalah lulusan sarjana Strata 3, sedangkan dr. Mandaram adalah Sarjana Kedokteran (S1) yang memiliki sertifikat profesi dokter (dr.). dr. Mandaram adalah seorang profesional di bidang medis, akan tetapi Dr. Mardambin belum tentu profesional di bidang kedosenan, meskipun ia seorang dosen. Untuk itu, pemerintah melalui UU Guru dan Dosen dan PP no.37/2008 melakukan setifikasi dosen (termasuk Dr. Mardambin) agar dosen disebut juga seorang profesional. Hanya dosen yang telah mendapatkan jabatan professor (guru besar) saja yang langsung diakui sebagai dosen profesional. Pemerintah telah melakukan sertifikasi dosen secara bertahap sejak 2008, hingga tahun ini belum sampai 20% dosen tersertifikasi. Meski demikian, pekerjaan sebagai dosen tetap jalan terus walau sebagian besar belum disebut sebagai dosen profesional karena belum menerima sertifikat. Berkenaan dengan masalah sertifikasi dan profesionalitas dosen, apakah selama ini dosen-dosen kita belum profesional di bidang pekerjaannya? Jika kita telusuri, maka sebagian sudah ada yang profesional dan sebagian belum profesional. Dosen itu juga manusia, oleh sebab itu watak masing-masing pun berbeda. Ada dosen yang kerjanya memarahi mahasiswa saja. Semua yang dilakukan mahasiswa salah dan anehnya dia tidak pernah salah dan tidak mau dikritik. Memberi nilai pun ceker pula. Padahal, dia juga jarang masuk dengan alasan sibuk di luar karena gaji tidak cukup. Dosen seperti ini disebut sebagai dosen killer. Tapi, ada pula dosen yang tanpa kompromi alias disiplin dan taat asas. Dosen disiplin ini kadang-kadang disebut juga dosen killer. Ada pula dosen angin-anginan, dan dosen gaul. Istilah-istilah itu biasanya melekat karena mahasiswa menceritakan kepada adik-adik kelasnya secara estafet. Lalu, adakah dosen kita selama ini yang profesional? Kalau dikatakan tidak ada, mustahil melahirkan lulusan yang selama ini sudah banyak yang berhasil menjadi “orang”. Tahun ini, salah satu bukti dosen-dosen kita sebenarnya profesional adalah memasukkan nilai mahasiswa melalui internet secara on line ke puskom. Memang banyak juga sih yang kalangkabut karena waktunya terbatas, tapi setidaknya dosen-dosen kita sudah mulai disiplin menggunakan IT. Teknologi memang dimaksudkan untuk memudahkan. Akan tetapi teknologi juga membuat orang harus mengubah sikapnya yang selama ini tidak disiplin dan tidak taat asas. Diakui saja, masih ada dosen kita yang gaptek sehingga tidak tahu bahwa tugas makalah mahasiswanya berasal dari download bulat-bulat dari internet. (Harret)
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 10 |